One Day Trip To Gunung Padang

Sabtu (5/7) yang lalu, gw sekeluarga backpacker seharian ke situs megalitikum Gunung Padang yang konon katanya merupakan situs purbakala paling terbesar di Asia Tenggara. Perjalanan diawali pagi hari sekali pukul 5.20 dari Bintara menuju stasiun cakung untuk naik commuter line jam setengah enam untuk menuju ke Bogor dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp 5.000 saja namun perlu transit dulu di stasiun Manggarai untuk berganti commuter ke Bogor. 

Sesampai di Stasiun Bogor berjalan kaki 200 meter menuju stasiun Bogor Paledang untuk naik kereta Pangrango menuju stasiun Lampegan, Cianjur. Namun perlu untuk mengetahui jadwal secara seksama karena kereta ini hanya ada 3x sehari namun peminatnya cukup banyak. Supaya dapat tiket, pesan tiket terlebih dahulu secara online sehingga cukup antri untuk tukar tiket dan tidak perlu takut kehabisan tiket. Harga tiket hanya Rp. 40.000 saja untuk kereta yang kelas Ekonomi AC yang menurut gw sudah cukup nyaman sehingga tidak perlu memesan yang kelas Eksekutif.

Perjalanan menuju ke stasiun Lampegan ditempuh selama kurang lebih 3 jam dengan menggunakan kereta Pangrango tersebut. Tidak jauh sebelum stasiun Lampegan kereta akan melewati terowongan lampegan yang konon katanya merupakan  salah satu terowongan pertama di Jawa Barat yang dibuat di desa Cibokor tahun 1879-1882 yang lokasinya di pasir Gunung Keneng, Cianjur Jawa Barat.

Terowongan Lampegan

Stasiun Lampegan

Sampai di stasiun Lampegan, untuk menuju ke situs megalitikum Gunung Padang dapat ditempuh dengan naik ojek dengan kocek sebesar 25.000 - 35.000 saja. Perjalanan ditempuh kurang lebih 20 menit hingga sampai di tempat tujuan. Selama perjalanan menuju Gunung Padang, akan melewati perkebunan teh dengan latar gunung-gunung.

Sampai di Situs Megalitikum Gunung Padang kita perlu membeli tiket sebelum naik. Situs Megalitikum Gunung Padang ini terdiri dari 5 teras. Dari pos pembelian tiket untuk menuju ke teras 1 ada 2 pilihan jalan yaitu pertama, melewati jalan utama (masih alami hanya sediikit perbaikan) yang cukup curam namun pendek dan memiliki 400an anak tangga dan kedua melewati jalan yang buatan yang landai namun memutar dan lebih panjang.

Teras 1


Teras 2


Teras 5

Gw di sana naik mencapai teras ke 5, namun gw tidak lama-lama karena harus mengejar kereta pangrango yang jadwal berangkatnya jam 14.35 untuk kembali menuju Bogor. Karena, menurut informasi ada kereta Pangrango yang jam 19.00 namun tidak sampai ke Bogor hanya sampai ke Sukabumi. Namun, alternatif lain untuk pulang kembali ke Bogor atau langsung ke Jakarta dengan menuju ke kota Cianjur yang jaraknya masih sekitar kurang lebih 22 km dari Gunung Padang untuk menggunakan bus.
  

Kebun Binatang Ragunan

Hari Sabtu (18/08) yang lalu, sehari sebelum lebaran, gw berkunjung ke kebun binatang ragunan, sambil menikmati kota Jakarta yang cukup lengang dan sepi. Kebun Binatang Ragunan terletak di daerah Jakarta Selatan. Untuk menuju ke Ragunan gw tempuh dengan kendaraan umum dari bekasi. Terlebih dahulu gw naik Koasi 03 ke arah Pondok Kopi. Dari Pondok Kopi, gw lanjutkan naik Metromini 47 (Pondok Kopi - Pasar Senen) sampai daerah TU Gas. Dari TU Gas, gw melanjutkannya dengan naik Bus Trans Jakarta ke arah Ragunan. Selama di Ragunan, gw berkeliling jalan kaki dari satu kandang ke kandang lain dan berakhir di Pusat Primata Schmutzer hingga kira-kira jam 3 sorean. Sebelum pulang, gw makan es duren terlebih dulu di depan Ragunan.



Taman Mini Indonesia Indah

Tempat Ibadah Konghucu

Kelenteng Kong Miao
















Anjungan DKI Jakarta




Gereja Sta. Katarina


Kereta Gantung (Skylift)



Anjungan Kalimantan Tengah










Anjungan Kepulauan Riau



Anjungan Gorontalo




Anjungan Sulawesi Barat




The born day of my new puppy

Halo semuanya!
Tepat delapan bulan yang lalu, gue mendapatkan dua anak anjing baru yang berumur 2 bulan. Salah satunya merupakan anjing jantan, dan satunye lagi itu anjing betina. Jadi lengkap deh sepasang anjing gue. Sebelumnye gue mau nunjukkin anjing yang gue maksud itu.


Yang pertama ini, namanya kenken. Dia adalah anjing jantan. Dia berukuran medium. Pada dasarnya dia baik, cuma bandelnya aja gak ketulungan.


Yang kedua ini, namanya monci. Dia anjing betina. Dia berukuran kecil. Mereka berdua merupakan anjing mix breed anjing tekel (dachshund) dengan anjing kampung. Kenken lebih banyak ras kampungnya, akan tetapi monci lebih banyak ras tekelnya. Sekitar bulan Januari 2012, si monci dikawinkan dengan kenken, dan hasilnya langsung joss. Pertahanan monci jebol dan akhirnya monci hamil. Setelah mengalami hamil selama kurang lebih 2 bulanan, anak mereka berdua akhirnya lahir tepat tanggal 15 Maret 2012 pada waktu malam hari. Proses kelahiran anak mereka cukup lancar tanpa bantuan gue. Si monci menjilati anaknya sendiri untuk membersihkannya. Berikut ini anak-anak mereka berdua.


Sangat lucu bukan??? Anak mereka ada empat ekor, yang seekor berwarna hitam polos, yang satu berwarna hitam belang putih, terus dua ekor lagi berwarna cokelat belang putih. Demikian, kisah singkat gue tentang anjing-anjing gue yang baru az jadi ayah dan ibu. Selamat ya monci dan kenken udah menjadi ayah dan ibu sekarang walaupun umurmu masih sangat belia sekali.

Ultah Bokap di hari Imlek

Tepat 23 Januari 2012 di saat Imlek sedang dirayakan oleh warga keturunan Tionghoa, di keluarga gw juga merayakan ultah bokap gw... Di awal pagi hari, bokap gw yang berulangtahun dikerjain untuk membuat spagheti bolognaise oleh gw.. (hihihihi)


Pagi menjelang siang, gw memberikan kado terlebih dulu sebelumnya sudah mengerjainnya... (hehehe) walau tuh kado bukan gw yang beli tapi kakak gw...


Siang harinya, di keluarga gw diadakan makan bersama-sama. Menunya siang itu adalah nasi kuning dan beserta isinya.. oh iya kira-kira seperti inilah kegiatan siang hari yang diadakan di rumah gw...


  

 






Coba Foto






Foto-foto hasil karya sendiri:

Foto 1

Foto 2

Foto 3

Foto 4

Foto 5

Foto 6